Setan Gepeng : Musuh yang Berwajah Ramah

 Kita masih kembali membahas tentang setan gepeng yang merupakan sebutan lain untuk Handphone.

Siapa sih yang gak kenal dengan handphone? Kita kenal handphone mulai dari yang layarnya kecil sampai yang gede (tablet), mulai dari yang murah sampai yang mahal. Handphone kini sudah menjadi teman hidup orang Indonesia, mulai dari orang dewasa sampai anak-anak. Benda itu hampir selalu menempel di tangan, entah buat kerja, belanja, selfie, game online atau hanya stalking di media sosial. Tapi, seberapa besar sih pengaruh handphone ini dalam hidup kita?

Handphone memberikan banyak kemudahan untuk hidup kita, membuat kita terasa lebih dekat dan lebih cepat. Belanja juga gampang,  kita juga lebih cerdas juga karena informasi ada di ujung jari. Bahkan buat masyarakat Indonesia, handphone menjadi akses penting ke dunia digital. Mau belajar? ada platform pendidikan online. Mau cari kerja? ada aplikasi. Namun, kadang kita lupa yang seharusnya handphone membantu kita, malah menjadi musuh yang mencuri waktu kita yang tanpa kita sadari bahkan merusak fisik dan mental kita.

Niat awal kita buka handphone untuk cek notifikasi, eh malah kita scrolling media sosial sampe berjam-jam. Bahkan kita sampe lupa makan, lupa mandi dan lupa kerja gara-gara asyik nonton video atau scroll media sosial. Efek dari handphone juga membuat kita kecanduan media sosial. Sekarang banyak orang yang tidak bisa lepas dari handphone, bahkan sambil makanpun harus sambil scrolling. Masyarakat Indonesia menjadi "Generasi Tunduk dan Bungkuk" yang kepalanya lebih sering nunduk ke layar handphone dari pada memperhatikan orang di sekitarnya. Bahkan sering terjadi kita mengabaikan dan tidak tertarik dengan orang di depan atau samping kita, hingga rasa saling menghargai makin menipis.

Secara langsung ataupun tidak, handphone menjadikan kita individualistis, egosentris bahkan luruhnya rasa nasionalisme.

wahai kawan, mari kita gunakan handphone dengan bijak dan jangan biarkan handphone merenggut perhatian kita dari dunia nyata. Jangan jadikan diri kita budak notifikasi dan budak dunia lain, kembalilah pada dunia nyata!



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ukir Prestasi melalui Potensi Diri

Menjadikan Menulis sebagai Passion

Menulis Resume di Blog