Ide yang tak tertuang
Materi ke-7 gelombang 34 dengan tema Mengatasi Writer's Block
Senin, 04 Mei 2026
Pemateri : Muliadi, S.Pd
Moderator : Purbaniasita Kusumang Sedyo, S.Pd
Kalimat di atas menjadi pembuka saya dalam mengikuti materi ke-7 malam ini.
Moderator Mba Chita membuka materi malam ini dengan semangat dan beliau juga mengajak peserta untuk menyampaikan pertanyaan yang dikirimkan langsung ke WA pribadinya. selanjutnya beliau memperkenalkan pemateri malam ini yang sungguh luar biasa yaitu Bapak Muliadi, S.Pd. Beliau adalah kepala sekolah SMK Negeri 1 Galang Toli-toli Sulawesi Tenggara.
Menurut pak Muliadi, menulis adalah sebuah keterampilan yang lahir dari kebiasaan yang diulang-ulang secara konsisten. Sehingga beliau mengutip mantra Om Jay yang sangat terkenal yaitu menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.
Pemateri juga mengajak peserta berefleksi mengenai kebiasaan dalam menulis, dengan pertanyaan sederhana siapa yang pernah buka laptop tapi malah nonton youtube. Nah, hal ini yang disebut Writer's Block.
Writer's Block adalah kondisi saat kita ingin menulis tapi ide hilang, bingung harus mulai darimana, sudah nulis satu atau dua kalimat malah ragu dan dihapus lagi serta hanya mampu menatap layar kosong. Dan Writer's Block itu muncul karena kita merasa tidak percaya diri, takut tulisan jelek, kebanyakan mikir, menunggu mood datang, capek, keasyiakn dan sibuk scrolling medsos dan suka membandingkan diri dengan penulis lain. Kondisi ini membuat kita stack dan enggan untuk mulai menulis. Selain itu, kebanyakan mikirin teori juga kadang membuat kita buntu dan macet. Hal ini sering banget saya alami😔. Untuk mengatasi kebuntuan dalam menulis atau writer's block dapat kita lakukan melalui kegiatan berikut :
1. Tulis saja dulu, jelek tidak apa-apa yang pentingnya draftnya muncul;
2. Jangan edit saat baru mulai, biarkan tulisan itu mengalir dan kalau sudah selesai baru kita edit;
3. Pakai timer 10 menit agar kita bisa fokus;
4. Jauhkan HP sebentar supaya tidak terganggu oleh suara notifikasi;
5. Mulai dari cerita yang paling gampang; dan
6. Menulis sedikit tapi rutin.
Kegiatan-kegiatan di atas sejalan dengan hadist nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim yakni Amalan yang paling dicintai oleh Allah Swt adalah amalan yang rutin (konsisten) dilakukan walaupun sedikit.
Saya sangat senang pertanyaan yang saya ajukan dijawab dengan begitu jelas oleh pemateri, pertanyaan itu muncul karena pengalaman pribadi yang kadang ide muncul tapi sulit untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan. Bahkan ada beberapa tulisan yang stack sehingga tidak bisa lanjut dan terbengkalai begitu saja.
Pelatihan KBMN 34 dengan tema Mengatasi Writer's Block hadir untuk memantik peserta untuk memahami penyebab writer's block, cara mengatasi kebuntuan menulis, membangun kebiasaan menulis dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berkarya. Sehingga setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini, peserta diharapkan mendapat manfaat berikut :
1. Meningkatnya kompetensi guru, karena menulis merupakan bagian dari pengembangan profesional;
2. Membangun jejak digital positif, tulisan yang dipublikasikan akan menjadi portofolio yang berharga;
3. Memperluas jaringan;
4. Meningkatkan literasi digital
Pesan penutup untuk pertanyaan dari bu Hayatun Nufus dari pemateri sungguh luar biasa, "Seorang penulis tidak diukur dari banyak orang yang memujinya tapi dari seberapa sering ia bangkit setelah tulisannya dihujat. Jangan berhenti menulis karena berhenti adalah kekalahan yang sebenarnya." Mari kita tetap semangat untuk menuliskan apa yang ingin kita tulis, menuangkan apa yang tertuang dalam fikiran kita.
Bapak ibu hebat, kegiatan malam ini dengan materi mengatasi witer's block bukan hanya sekedar pelatihan biasa, tetapi bagian dari gerakan besar untuk membangun budaya menulis kita semua terutama budaya menulis di kalangan guru Indonesia.

Komentar
Posting Komentar